Thursday, May 31, 2012

Nilai Etika dan Ham


UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN 2011/2012
MATA KULIAH: NILAI, ETIKA DAN HAM DALAM PEKERJAAN SOSIAL
DOSEN: DRA. YEANE E.M.TUNGGA, MSW
TAKE HOME
KELAS 1 E DIPLOMA IV
A.    Pilih salah satu pilihan jawaban yang anda anggap paling tepat kemudian jelaskan alasan anda untuk memilih jawaban tersebut dan buat refleksi diri anda terhadap jawaban tersebut
1.   Pekerja sosial profesional harus menghargai kekuatan dan  kompetensi klien
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju
Mengapa?
Karena dengan kita menghargai klien, dia akan merasa senang dan bersemangat untuk menghadapi masalah yang dia alami.
Andaikan saya peksos preofesional kekuatan dan kempetensi klien adalah hal yang paling saya utamakan kecuali klien benar-benar tidak mampu seperti sedang sakit jiwa.
2.   Pekerja sosial profesional  harus mengembangkan solusi kreatif dalam kerjasama (kemitraan) dengan klien
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju
3.   Pekerja sosial yang profesional harus menghargai kualitas praktik dan terus menerus menguji efektifitas praktik
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju
4.   Pekerja sosial profesional bertanggung jawab atas perilaku-perilaku etis
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju
Mengapa?
5.   Pekerja sosial profesional harus mengembangkan profesi secara terus menerus
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

6.   Pekerja sosial profesional harus menghormati harkat dan martabat manusia termasuk klien
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju
7.   Pekerja sosial profesional harus melaksanakan praktik pekerjaan sosial berbasis nilai anti diskriminasi
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

8.   Pekerja sosial profesional harus melaksanakan praktik pekerjaan sosial berbasis nilai anti marginalisasi
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

9.   Pekerja sosial profesional harus melaksanakan praktik pekerjaan sosial berbasis nilai anti dehumanisasi
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

10.  Pekerja sosial profesional harus melaksanakan praktik pekerjaan sosial berbasis nilai anti penindasan/opresi kekerasan
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

11.  Pekerja sosial professional harus berkomitmen terhadap kepentingan utama  individu dalam masyarakat
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju
12.    Menghormati kepercayaan dan menjaga rahasia klien
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju


13.    Pekerja sosial professional harus berkomitmen terhadap  perubahan sosial untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diakui secara sosial
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju
         
14.    Pekerja sosial professional harus berkemauan untuk memisahkan perasaan dan kebutuhan pribadi dari hubungan-hubungan profesional
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

15.     Pekerja sosial professional harus berkemauan untuk menularkan/ menyebarkan pengetahuan dan keterampilan kepada orang lain
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

16.  Pekerja sosial professional harus menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan individu dan kelompok
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

17.  Pekerja sosial professional harus berkomitment untuk mengembangkan kemampuan klien untuk menolong dirinya sendiri
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

18.  Perkerja sosial professional harus berkemauan untuk terus berusaha agar klien tidak frustrasi
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

19.  Pekrja sosial berkomitment terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan ekonomi, fisik dan mental seluruh warga masyarakat
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju

20.  Pekerja sosial professional harus berkomitment terhadap standar perilaku personal dan profesional yang tinggi
a. Sangat setuju
c. Kurang setuju
b. Setuju
d. Sangat tidak setuju


BROAD BASED VALUES (NASW)

  1. Berkomitmen pada kepentingan utama klien
  2. Berkomitmen pada perubahan sosial untuk memenuhi kebutuh yang diakui secara sosial
  3. Berkemauan untuk memisahkan antara perasaan dan kebutuhan pribadi dengan relasi personal
  4. Berkemauan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada orang lain
  5. Menghormati dan menghargai perbedaan individu dan kelompok terhadap pengembangan  kemampuan klien untuk membantu dirinya sendiri
  6. berkemauan untuk tetap berusaha  demi kemajuan klien meskipun klien mengalami frustrasi
  7. Berkomitmen terhadap keadilan sosial  dan kesejahteraan  fisik, dan mental untuk semua  orang

PROEFSSIONAL VALUES
Untuk mencapai tujuan profesi, para pekerja sosial harus menjadi mitra yang bertanggung jawab dalam proses perubahan. Dengan demikian maka aktifitas proefesional   harus bermuatan nilai-nilai profesi.  Karena  itu, aktifitas profesioanl seorang pekerja sosial harus dilandasi pada tujuan pekerjaan sosial, dan dituntun oleh standar-standar etika praktik.
       Nilai-nilai pekerjaan sosial berfokus pada 3 area besar (Values about) :
A. People
Hakekat manusia dan perubahan:
1.           Pelayanan keadilan sosial
2.           Harkat martabat
3.           Penting nya relasi manusia
4.           Integritas
5.           Kompetensi
B.  Society
1.             Menghargai proses demokratis
2.              Bertanggung jawab untuk menghadapi ketidak adilan sosial
3.              Bertekad untuk membuat institusi sosial lebih manusiawa dan responsive

C.   Professional behavior
1.     Menghargai sistem klien (kekuatan)
2.     Bekerja dalam kemitraan dan kreatif
3.     Terus menerus menguji efektifitas praktik diri sendiri
4.     Bertanggung jawab terhadap perilaku-perilaku etis








This's my beautiful friends chiks :D

Monday, April 9, 2012

                                                     
BURNOUT DAN STRESS

A.    BURNOUT 
Burnout (kejenuhan) atau yang dalam bahasa gaul disebut ”bete”,kini semakin disadari sebagai suatu masalah serius yang mempengaruhi manusia.Burnout ternyata bukan saja dialami oleh pegawai pada perusahaan industri,melainkan pula sering terjadi pada mereka yang bekerja di lembaga pelayanan kesejahteraan sosial,termasuk pekerja sosial dan psikolog (zastrow,1999). Maslach dan Pines (1977:110-101) telah melakukan studi yang mendalam mengenai burnout ini terhadap beberapa profesi seperti pekerja sosial,psikiater,psikolog,petugas penjara,perawat psikiater,pengacara,dokter,perawat anak,guruh,pendeta,dan konselor. Berdasarkan penelitian tersebut Maslach dan Pines memberikan pengertian mengenai burnout dan menyimpulkan beberapa gejala yang menyertainya. Burnout dalah hilangnya perhatian terhadap orang yang sedang ditolongnya.Selain ditandai oleh kelelahan fisik dan penyakit fisik,burnout juga ditandai oleh kelelahan emosional sehingga para profesional tidak lagi memiliki perasaan-perasaan positif,simpati atau respek terhadap klien atau pasien yang ditolongnya.

B.    STRESS
Stress merupakan suatu faktor yang sangat berpengaruh terhadap berbagai penyakit,seperti serangan jantung,sakit kepala,diabetes,alergi,dll. Stress juga merupakan faktor yang mempengaruhi gangguan emosional dan perilaku.Dengan demikian,kemampuan mencegah stress dapat dipandang sebagai cara yang efektif untuk mencegah gangguan-gangguan emosional dan fisik.
Stress dapat didefinisikan sebagai reaksi psikologis emosional terhadap stressors. Stressors (sumber/penyebab stress) dapat berupatuntutan,situasi atau keadaan yang mengganggu keseimbang seseorang. Terdapat sejumlah stressor yang mudah dikenali,antara lain kerumunan,keributan,kematian teman,demam yang berlebihan,kehilangan pekerjaan,keracunan dan pertengkaran.

C.    PENYEBAB STRUKTURAL
Edelwich (Suharto, 1997) mengedintifikasi beberapa faktor struktural yang berkaitan dengan pekerjaan yang pada gilirannya menyebabkan stress dan brunout :
1.    Terlalu banyak jam kerja.
2.    Karir buntu atau tidak dapat berkembang.
3.    Terlalu banyak pekerjaan atau kertas kerja yang harus diselesaikan.
4.    Tidak memadainya pelatihan kerja.
5.    Tidak dihargai klien.
6.    Tidak dihargai oleh penyelia (supervisor).
7.    Tidak digaji secara layak.
8.    Tidak adanya dukungan dalam membuat keputusan penting.
9.    Tidak memiliki kewenangan (powerleness) .
10.    Sistem tidak responsif terhadap kebutuhan klien.
11.    Kondisi dan situasi kerja yang buruk.
12.    Adanya diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.
13.    Terlalu banyak perjalanan ke luar kota.
14.    Terisolasi dari teman dan sahabat.
15.    Tidak memiliki kehidupan sosial.

D.    STRATEGI PENANGANAN BURNOUT DAN STRESS
Burnout tidak saja merugikan pekerja sosial yang mengalaminya,melainkan pula menggangu dan bahkan merusak hubungan profesional antara konselor dan klien. Selain burnout dapat menimbulkan gangguan fisik dan emosional,burnout juga menurunkan produktivitas,kinerja,dan kualitas pelayanan lembaga.Ada beberapa cara atau kiat untuk mencegah dan mengurangi stress,maupun burnout :
1.    Perumusan tujuan dan pengaturan waktu.
2.    Berfikir positif.
3.    Mengubah pemikiran yang menimbulkan burnout.
4.    Teknik-teknik relaksasi.
5.    Melakukan latihan olahraga.
6.    Melakukan kegiatan luar dan hobi.
7.    Melakukan hal-hal yang menyenangkan.
8.    Sistem dukungan sosial.
9.    Variasi kerja
10.    Humor
11.    Mengubah atau menyesuaikan dengan kejadian-kejadian yang membuat stress.

Sunday, April 8, 2012

Bullet For My Valentine - Tears Don't Fall

Hello friends, this is my first posting. I just learning or exploring the world of blogs ini. Ithink with this blog I can share with you all and can be especially useful for you all to myself.
This blog will probably teach me to continue to explore the potential to become a useful person in the world and the Hereafter later.
There are many something to do with my own self. Maybe,my i will share  some my experience.

I hope you enjoy the content of this blog.

Thank you.



Muhammad Nofri Norman.